Menyusun Kerangka Novel
TUGAS BAHASA INDONESIA
Menyusun Kerangka Novel
Disusun oleh :
Siti Luthfiyah Zalfarana
Absen 32
XII MIPA 10
SMA Negeri 2 Cimahi
Jl. Sriwijaya 9 No.45A, Kel. Setiamanah, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat
40524
1. Menentukan Tema
Tema yang diangkat pada cerita novel yang akan saya buat bertemakan masalah sosial (pertemanan).
2. Menentukan Judul
Jalan Keluar
3. Menentukan Tokoh dan Perwatakan
a) Tokoh Protagonis :
- Elena : baik hati, tidak memiliki keberanian, berani berubah
- Anindia : baik hati, penyemangat, penyayang
- Ayah : pengertian, pekerja keras
b) Tokoh Antagonis :
- Karin : sombong, iri dengki
- Nara : penghianat, tidak bisa bahagia atas pencapaian orang
c) Tokoh Tritagonis :
- Liam :baik hati, pengertian, suka menolong
- Gama : baik hati, sabar
4. Menentukan Alur
Alur yang digunakan pada cerita ini adalah alur maju.
5. Menentukan Latar/Setting
a) Latar Tempat
- Sekolah
- Gudang sekolah
- Taman
- Tepi sungai
- Jalan raya
- Pasar malam
- Rumah Liam
b) Latar Waktu
- 6 tahun lalu
- Di pagi yang cerah
- Suatu hari
- Pukul 7 pagi
- Di jam istirahat
- Malam harinya
- 2 tahun lalu
- Tiap malam
- Waktu fajar
- Pukul 4 sore
c) Latar Suasana
- Ceria
- Cemas
- Sedih
- Sunyi
- Tegang
- Haru
6. Menentukan Amanat
Amanat yang terkandung dalam cerita novel ini adalah dalam hidup pasti ada masalah yang datang, namun semua masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Berusaha dalam menyelesaikan masalah agar tidak terlarut dalam. Segala yang terjadi pasti ada hikmahnya. Pertemanan harus dilandasi dengan sifat ketulusan. Dibangun dengan rasa kebersamaan dan kepercayaan. Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, kita tidak bisa membandingkan pencapaian diri sendiri dan orang lain.
7. Membuat Ringkasan Gambaran Novel
Elena adalah gadis remaja berusia 17 tahun yang hidup berdua bersama Ayahnya. Ibunya telah tiada sejak 6 tahun yang lalu. Hidupnya tidak seindah remaja pada umumnya. Namun, ia tetap mensyukuri apa yang terjadi dalam kesehariannya. Elena hanya memiliki satu teman yang setia bersamanya, yaitu Anindia. Hanya Anindia yang selalu membantunya dalam keadaan apapun. Seperti saat ini, Elena masuk ke dalam masalah yang cukup rumit. Bertemu dengan teman masa lalunya yang ternyata tidak menyukai dirinya.
Berawal dari datangnya Karin dan Nara ke sekolah tempat Elena dan Anindia menempuh pendidikan yang sebenarnya membuat Elena senang dengan kedatangan kedua teman lamanya. Namun ternyata kedua temannya tidak mengenali dirinya atau terlihat seperti berpura pura tidak mengenalinya. Mungkin karena keadaan Elena sekarang yang tidak tenar seperti dahulu. Entahlah, menurut Karin dan Nara, ketenaran sangat penting dalam pertemanan mereka. Padahal pertemanan terjalin dengan ketulusan.
Elena selalu berharap kedua teman lamanya datang menghampiri dirinya. Anindiayang melihat merasa jengah, karena sudah sangat terlihat bahwa Karin dan Nara tidak ingin menemani Elena lagi. Namun, suatu ketika Karin bersama Nara datang menghampiri Elena. Elena dengan senangnya menyambut kedatangan teman lamanya, namun ternyata mereka tidak bermaksud untuk bergabung dalam satu meja kantin itu. Karin dengan cepat menumpahkan segelas minuman kepada baju Elena. Anindia yang melihatnya merasa jengkel sementara Elena kecewa dengan sikap kedua temannya. Nara mengatakan bahwa Elena penyebab dari pindahnya dirinya dan Karin. Dari situlah kehidupan Elena di sekolah merasa tidak tenang. Padahal Anindia sudah menenangkan Elena dan berusaha mencari jalan keluar.
Semakin lama, Elena sering mendapatkan perundungan dari kedua teman lamanya. Anindia bahkan tidak bisa melawan. Elena menjadi anak yang pendiam. Walaupun seperti itu, ia tetap bercerita kepada Ayahnya. Ayahnya selalu mendengarkan Elena dan pasti kesal mendengar keluhan anaknya. Namun Elena tidak ingin memperpanjang masalahnya dan selalu meyakinkan Ayahnya bahwa ia bisa menghadapi masalahnya. Elena berusaha untuk berubah menjadi berani dan melawan perundungan dibantu oleh Anindia. Namun, Elena merasa lelah dengan semuanya. Hingga datanglah Liam dan Gama yang selalu membantu Elena ketika sedang terlibat dalam masalah. Sontak hal itu membuat Karin dan Nara geram. Mereka berpikir mengapa Elena selalu saja mendapat bantuan dan kebahagiaan. Hingga satu ketika Elena dijebak oleh Karin dan Nara di dalam gudang sekolah. Tapi untungnya ada yang menyelamatkan dia. Liam dan Gama, kedua orang itu seperti pahlawan bagi Elena.
Dari situ, Liam dan Gama memikirkan cara agar masalah Elena cepat selesai tanpa ikut campur guru di sekolah. Akhirnya, Liam mengundang Karin dan Nara ke rumahnya, begitu pula Elena, Anindia, dan Gama. Tujuannya hanya satu, menyelesaikan masalah Elena. Awalnya Karin dan Nara tidak mau. Namun, dengan segala cara yang dilakukanoleh Liam, Karin dan Nara akhirnya bersedia untuk datang. Mereka menggungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Dimulai dari alasan Karin dan Nara pindah ke sekolah Elena karena orang tua mereka ingin melihat sejauh mana kemampuan mereka yang berpatokan pada kepintaran Elena. Ternyata, mereka selalu dibandingkan oleh Elena. Mereka menjadi jengah sejak saat itu, Oleh karena itu, sikap mereka berubah, seperti menjadi peran antagonis pada hidup Elena.
Kemudian, Elena meminta maaf atas hal tersebut padahal sesungguhnya ia sama sekali tidak salah. Setelah dibicarakan baik – baik, akhirnya mereka menemukan jalan keluar dengan membangun pertemanan dan bersama - sama berusaha untuk menunjukkan kemampuan dan keahliannya masing - masing. Karena sejatinya setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda - beda dan tidak bisa dibandingkan satu sama lainnya.

Komentar
Posting Komentar