Teks Editorial
Nama : Siti Luthfiyah Zalfarana
Kelas : XII IPA 10
Absen : 32
Kaburnya Rachel Vennya dari Wisma Atlet
Kasus kaburnya selebgram Rachel Vennya saat menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Pusat, masih ramai diperbincangkan hingga saat ini. Sebelumnya, diketahui Rachel Vennya hingga Denny Sumargo dan beberapa influencer lainnya terbang ke Amerika dalam rangka perjalanan bisnis. Rachel Vennya dan Denny Sumargo pergi ke New York Fashion Week mewakili brand lokal ternama Indonesia.
Setelahnya, Denny Sumargo memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya ke Las Vegas. Sedangkan wanita kelahiran 1995 itu memutuskan untuk lebih dulu kembali ke tanah air. Berdasarkan unggahan instagram Rachel Vennya, ia menghabiskan waktu di Amerika selama 20 hari, terhitung dari tanggal 1-20 September 2021. Rachel juga diduga pergi liburan ke Bali untuk merayakan ulang tahunnya bersama keluarga, teman, dan kedua anaknya. Tidak hanya Bali, Rachel juga berkeliling ke sejumlah pulau di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tidak disangka, kepulangannya ke tanah air menimbulkan perkara. Ia diketahui kabur saat menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Pusat, yang melibatkan oknum TNI. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, oknum TNI berinisial FS telah melakukan tindakan nonprosedural untuk membantu Rachel Vennya kabur. Atas kasus tersebut, Rachel Vennya dijerat Pasal 93 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular.
"Ditemukan ada dugaan tindakan nonprosedural oleh oknum anggota Pengamanan Bandara Soetta (TNI) berinisial An.FS," kata Kepala Penerangan Kodam Jaya (Kapendam Jaya), Kolonel Arh Herwin BS, melalui keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (14/10/2021). "Oknum TNI itu telah mengatur agar selebgram Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari luar negeri," imbuhnya.
Rachel Vennya telah menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 21 Oktober 2021. Tidak sendiri, kekasih Rachel Vennya, Salim Nauderer, serta manajernya, Maulida Khairunisa, turut diperiksa terkait kasusnya yang kabur saat karantina. Berdasarkan hasil gelar perkara, status kasus Rachel Vennya kini telah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Rachel Vennya buka suara dan mengaku khilaf atas kesalahan yang telah dilakukannya. Ia juga mengaku tidak menjalani karantina sama sekali. Melalui unggahan instagram story dan postingan instagramnya, Rachel meminta maaf karena telah membuat kegaduhan. Dirinya yang mengaku merindukan kedua buah hatinya menjadi alasan mengapa ia kabur dari karantina. Tentu saja perbuatannya tidak dapat dibenarkan dari segi manapun. Rachel bahkan dapat membahayakan kedua anaknya karena tidak menjalani karantina sepulangnya dari Amerika dan Bali.
Bagi beberapa orang yang telah menjadi orang tua, mungkin tahu bagaimana rasanya berada jauh dari sang anak. Terlebih apabila usianya masih balita. Tetapi bagaimanapun, perbuatan yang telah dilakukan Rachel tetap sepenuhnya salah. Dilihat dari angka Covid yang belum sepenuhnya menurun, tidak dapat dipastikan akan terbebas dari terjangkitnya virus Covid-19. Rachel Vennya tentunya harus menerima hukuman yang sepantasnya atas perbuatan yang telah dilakukannya. Apakah Rachel Vennya akan dibebaskan begitu saja hanya karena ia adalah seorang selebgram yang cukup terkenal?
Dalam permasalahan ini, diimbau kepada pihak yang berwajib untuk bertindak secara tegas dengan memberikan hukuman yang setara atas perbuatan yang telah dilakukan Rachel Vennya dan pihak lainnya yang terlibat. Mulai dari dirinya yang kabur dari karantina hingga membawa kedua anaknya yang masih balita berlibur ke Bali. Dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Salah satu langkah yang diambil ialah dilakukannya karantina. Karantina atau isolasi bagi mereka yang datang dari daerah episentrum ataupun luar negeri harus disiplin dilakukan.

Teks editorial nya bagus kaidah kebahasaannya sesuai, semangat
BalasHapusTeks editorialnya sudah menggunakan struktur yang lengkap dan kaidah kebahasaannya sudah sesuai, pemilihan temanya juga bagus.
BalasHapusTeks Editorialnya sudah bagus 👍👍
BalasHapusteks editorialnya sudah bagus, ciri kebahasaan dan strukturnya sudah tepat
BalasHapusPenyusunan teks nya sudah sangat baik. Struktur dan kaidah kebahasaan sudah sangat diperhatikan. Argumennya disampaikan dengan baik👍
BalasHapusTeks editorialnya sudah bagus dan menarik untuk dibaca, strukturnya sudah sesuai, kaidah kebahasaanya juga sudah cukup lengkap.
BalasHapusTeks editorialnya dibuat dengan sangat baik. Struktur dan kaidah kebahasaan juga sudah benar dan sesuai.
BalasHapusteks editorial yang dibuat sudah benar sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan.
BalasHapusPenyusunan teks nya sudah sangat baik. Struktur dan kaidah kebahasaan sudah sangat diperhatikan
BalasHapus